Personal Growth: Skill Itu Bukan Ikut-Ikutan

Pernah terpikirkan kenapa Albert Einstein bisa menjadi genius? Kenapa Angeline Jolie bisa mejadi aktris terbaik di perfilm-an Hollywood? Kenapa Steve Jobs bisa menjadi inovator teknologi yang revolusioner? Sedangkan, saya sendiri tidak? Atau belum?

Karena mereka punya skill, jadi bisa”

“Karena mereka Kuliah di jurusan… jadi bisa?”

Masa? Hehehe

Mereka memiliki skill, namun darimana asalnya? bagaimana mereka menemukan dan mengasah skill tersebut? saat mereka kuliah? Steve Jobs bahkan DO dari kuliahnya, Einstein pun dianggap bodoh oleh gurunya. Tapi, mengapa mereka bisa sukses ya? Mengapa yang mereka lakukan justru bermanfaat untuk seluruh umat manusia?

Yang pertama, kalian bisa mempelajari atau paling tidak membaca teori 10,000 jam dari Malcolm Gladwell tentang kekuatan fokus. Saya ingin mencotohkannya begini, ketika kita pertama kali naik sepeda, apa yang akan terjadi? 

Terjatuh, sulit menjaga keseimbangan, dan akhirnya jatuh lagi, bukan? Satu, dua, tiga hari akan seperti itu, terkadang bapak atau ibu membantu kita menjaga keseimbangan dan kita tidak lantas akhirnya trauma karena terjatuh berkali-kali. Melihat teman-teman yang bisa bermain sepeda, bisa kesana-kesini membuat kita juga ingin melakukannya.

Tapi, jika kita mengulangnya terus-menerus, selama satu minggu, dua minggu maka dengan sendirinya kita akan lancar dan seimbang mengendarai sepeda. Disini, yang ingin saya tekankan bahwa itu adalah kekuatan fokus. Disini, bisa dibayangkan jika yang kita fokuskan adalah skill? Menggambar? Memasak? Menulis? Menyanyi? Berbisnis? Dan teori ini dapat digunakan dalam setiap aspek kehidupan kita. Kenapa acting Angelina Jolie memukau di film Maleficent? Tentu itu bukan latihan akting satu atau dua tahun, tetapi bertahun-tahun dan itu lebih dari 10,000 jam. 

Cukup 1 jam jika kita bisa konsisten dan terus menerus belajar, gagal, dan belajar maka kalian sudah mempratikkan hukum 10,000 jam dan kalian akan menjadi seorang pakar atau expert. Kenapa sih orang kok bisa dikatakan ahli? Apa dia harus kuliah S2 atau S3? Tidak kok, mereka hanya tidak sadar menggunakan teori hukum 10,000 jam dan itu bisa kalian lakukan juga tanpa kuliah.

Kalau kalian belajar dan menekuni apa yang menjadi fokus kita selama 8 jam per hari kalian akan menjadi pakar 10 tahun kemudian. Sekarang, bisa dihitung berapa umur kita, dan berapa jam dalam sehari kita melakukan sesuatu yang produktif?

Teman-teman juga bisa membaca kisah hidup seperti Christiano Ronaldo dan Mozart, dimana mereka sedari kecil sudah sangat menggilai apa yang sudah menjadi bagian hidup atau DNA mereka, sepak bola dan musik. Ronaldo fokus berlatih sepak bola sejak dia berumur 4 tahun. Jadi, jangan heran jika dia sangat ahli dan melebihi seorang pakar karena sudah melebihi 10,000 jam.

“You can’t predict, you can prepare.” — Howard Marks

Kalau mereka bisa, kenapa kita masih harus ragu? Dan, seperti judul artikel yang saya tulis, skill itu bukan ikut-ikutan seperti trend. Skill itu gabungan dari konsistensi, resilience, dan DNA. It’s not magic. It’s just the right learning process. Well, skill bisa sama.. but DNA cannot be stolen. It grows in your life, mind, and activity. 

Mozart pernah menuliskan kepada temannya dan berkata:

“People err who think my art comes easily to me. I assure you, dear friend, nobody has devoted so much time and thought to composition as I. There is not a famous master whose music I have not industriously studied through many times.”

Underline these:

  1. Asking to yourself every single day, what do I want to be?
  2. What have I been doing all day? 
  3. How do I spend my time in a day?

So, here’s to the crazy ones, the misfits, the rebels, the troublemakers, the round pegs in the square holes… the ones who see things differently — Steve Jobs

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.