Begini Agar Sisa Packaging Bubble Wrap Jadi Makin Bermanfaat

Halo, pagi temen-temen! Semoga kalian berada dalam kondisi yang baik ya, aamiin. Kali ini kita mau sharing untuk problem solving packaging kita yang beda di Instagram. Loh, kok bisa kak? Tunggu.. Tunggu! Baik, kita akan sedikit menceritakan dulu ya, karena ini ada kondisi yang baru jadi kita akan share ke kalian sebelum kalian kecewa atau merasa ada selisih dari produk yang diterima. Well, sebagian dari kalian pasti sudah pro dan mendukung bumi agar tidak terlalu memakai banyak barang yang terbuat dari plastik, seperti sedotan, botol, plastik kemasan dan lain-lain. Dimana, belum sepenuhnya dari customer kita yang bisa langsung menerima – mungkin kita yang kurang informatif juga.

Kemarin kita mendapat laporan bahwa ada salah satu customer yang kecewa, wajar kok kalau kecewa & kita bersyukurnya si Mbak tidak lantas marah-marah. Beliau lebih memberikan kita masukan dan kita terima, seperti biasa ya guys. Jadi, jika kalian menerima “Kok tidak di paperbag kak?” atau “Kok hanya plastik biasa?” sebenarnya, plastik-plastik itu adalah hasil dari produk-produk yang dikirim dari supplier, Kak. Bahkan setiap mug yang kita pesan dari supplier itu sudah posisi dibalut plastik dan sayangnya kita tidak bisa request untuk tidak di plastik (tapi beberapa dari kalian sudah menerima tidak di plastik ya, hehe. Kita manfaatkan untuk hal lain). Anyway, kalau kalian melihat postingan hampers ada buket dua tipe: yang pertama ada kertas wrap nya, dan yang kedua hanya dibalut pita rami.

Honestly, foto tersebut sudah lama dan juga kita mengusahakan untuk merangkai sendiri bunga dan memilih sendiri jenis bunga yang dipakai. Kenapa tidak di buket kak?

  1. Kita tidak memiliki stok untuk kertas wrapping bunga, dan kenapa tidak beli? Jika kita membeli, harus berapa banyak lagi sampah kertas yang kita habiskan? 🙁
  2. Kita memilih untuk dibuat pita agar tidak memakan banyak sampah, dengan catatan kita mulai perbaiki dalam memilih jenis bunga atau tanaman dan lain-lain

Kemudian, tidak ada potongan-potongan kertas seperti difoto. Well, potongan-potongan kertas tersebut adalah sisa dari kaleng roti. Karena, ketika kita harus foto produk, mug ini tidak bisa menghadap ke kamera secara proper. Jadi, kita membutuhkan bantuan potongan kertas untuk membuat item-item tersebut bisa menghadap ke kamera dengan baik. Dan, kita bersyukur ternyata hal ini sudah disampaikan oleh Kak Alodita sebagai salah satu influencer yang mendukung ramah lingkungan. Lantas, saya mendapat apa kak?

  1. Kalian tetap mendapatkan hampers sesuai di foto tanpa mengurangi apa pun, jika ada yang dikurangi maka otomatis harga juga berkurang
  2. Setiap item mulai dari kardus, pita, kertas kado, amplop, bubble wrap dan lainnya masih bisa digunakan kembali, kita menghimbau agar teman-teman bisa membagikan informasi ini ke teman lainnya ya, agar mereka bisa memanfaatkannya dengan baik dan tidak langsung dibuang begitu saja

Ada beberapa tips yang bisa kalian aplikasikan (dan sebagian informasi dibawah ini berasal dari Hipwee):

  1. Memanfaatkan Bubble Wrap
  • Menjaga suhu makanan
  • Sebagai penghat tanaman
  • Lapisi kulkasmu dengan bubble wrap demi buah yang cantik dan gak boncel-boncel
  • Melindungi furniture dari debu
  • Pelindung barang-barang di rumah, kost, kantor, dan lain-lain

Nah, itu beberapa tips dan informasi yang bisa kita share. Apakah banyak customer yang complain, Kak? Alhamdulillah tidak, tapi kita mulai belajar “mendengarkan” setiap keluhan dari customer. Di setiap masalah pasti ada solusi, pasti ada hal positif yang bisa kita ambil & ini ajang untuk kita bisa lebih informatif ke customer lainnya.

Thank you,

Have a nice day! 😀

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.